Nyanyian Parau Bocah Jalanan
“ Sekuntum kasih untuk yang terserak tak bermakna”
Dalam
sebuah makna aku tak memiliki arti apapun
Setiap
saat lusuh dan berteman dengan debu jalanan
Hitam
terbakar terik, kuyup dengan deraian peluh yang melelahkan
Bukan
salahku terlahir tanpa satu tangkai keberuntungan yang orang dapat nikmati
Aku
hanya sebagian dari begitu banyak anak yang lepas dari buaian kesenangan
Mencari
sendiri apa itu kebahagiaan....
Keras
usahaku, besar niatku untuk menjadi anak bangsa tanpa ukiran “MALAS” di kerut
dahiku..
Menjadi
anak tanpa ukiran “BODOH” yang tergambar dalam raut yang memilukan
Tapi
bukan hal yang mudah, namaku telah terabadikan sebagai pencemar metropolitan
Sebagai
perusak tatanan yang orang ber-uang ciptakan
Secara
nyata aku dibantai dengan peraturan yang mereka buat
Mengatasnamakan
kecerdasan anak bangsa, menjadikan negara bebas gelandangan dan anak jalanan...
Aku
hanya butuh apa yang aku butuhkan, aku tak berharap lebih dari apa yang aku
inginkan...
Aku
mengharap pengkaryaan dari negriku, bagi kami yang tak seberuntuk anak bangsa
ini,,,
Aku
tak meminta lebih, sekedar keberadaanku diakui..
Tanpa
alasan aku menyakiti bangsa, aku mempermalukan negriku
Karena
akulah yang tersisihkan selama ini, aku yang terabaikan oleh kekayaan banggsaku
Jikalau
tak bisa pengakuan yang aku dapat, setidaknya aku dilihat bukan sebagai penoda
wajah negeri
Biarpun
hanya sedikit kasih, bagi kami itu lebih dari cukup...
Sekuntum
kasih, untuk kami yang terserak tak bermakna



Komentar
Posting Komentar