Pikirkan! Renungkan





Masalah?
Setiap jam..
Bahkan setiap detik adalah rangkaian masalah
Selagi nafas terkandung dalam dada, manusia tak kan luput dan sepi dari masalah dan ujian
Tiga kunci tuk itu, yakni hadapi
Hayati,
Dan nikmati..
Yakinlah Allah akan memotivasi 2 kali lipat, agar kita tetap optimis
Allah janijakan dalam Al-Qur’an bahwasannya ‘sesudah kesulitan itu ada kemudahan’
Dibalik 1 kesulitan Allah berikan 2 kemudahan
Masihkan diri mau mengeluh dan mempertanyakan semua pada Tuhan mengapa begini dan begitu?
Jangan khawatir tentang apapun, lakukan apa yang ingin dilakukan asal itu tentang kebaikan dan untuk kebaikan. Lakukan semampumu, dan biarkan Tuhanmu yang menyelesaikannya untuk mu, karena Dia tahu apa yang kau miliki telah kau kerahkan.
Perjuangkan apa yang ingin didapatkan, jangan lengah sebab satu keberhasilan karena setiap detik kita adalah perjuangan.
Jangan takut gagal, ketika kita gagal maka coba lagi, gagal lagi coba lagi. Ketika kita terjatuh, maka jangan menyerah! bangkitlah, apabila terjatuh lagi maka jangan bosan untuk bangkit kembali, dan ketika kegagalan berhasil mengalahkan kita hingga kita tak sanggup lagi untuk bangkit, maka serahkan segala nya kepada Allah, biarkan Dia yang melakukan sisanya dan menyelsaikannya untukmu.
Jangan pedulikan cemooh diluaran sana, semua itu hanya akan menjadikanmu lebih kuat dan tangguh. Percaya! Dan abaikan mereka. Jangan putus asa, lakukanlah. Karena hidup ini terlalu singkat untuk menjadi sederhana.
Ibarat tempat persinggahan, dunia ini Allah titipkan. Telah dekat masanya akan Dia kembalikan seperti sedia kala. Kita yang tiada hak, apalah yang kan kita banggakan. Segala yang kita dapatkan dan kita miliki, sedikitpun takkan kita bawa dan tak sedikitpun yang dapat menolong dan memberi syafa’at ketika hari penghakiman itu tiba.
Pertanda pun telah Allah lengkapkan kepada manusia yang mengetahuinya, tinggal menunggu waktu yang telah Allah janjikan itu tiba. Kemanakah diri akan lari, ketika apa yang di langit dan di bumi memuntahkan segala beban karena ulah dan dosa manusia.
Bumi muntahkan segala isi dari dalam tanah dan laut. Porak porandakan peradaban dengan sapuan dan goncangan. Gunung-gunung muntahkan pijaran yang membakar, hamburkan sesak dan kematian. Lautan yang tumpahkan airnya menyapu lentera indah bangunan manusia. Yang disalahkan alam, manusia anggap itu musibah dan bencana! Pernahkah terpikirkan bahwa semua itu adalah teguran, azab dunia???? Hanya Allahlah yang mengetahuinya.
Tak sekedar bumi murka, atap langitpun menjadi marah. Ia datangkan miliaran butir air untuk kehidupan manusia sebagai rezeki. Darinya tumbuh pohon, buah, dan sayur mayur. Sekali lagi manusia banyak lalai dan enggan bersyukur dari hal hal kecil, lupa akan nikmat dan karunia Tuhan. Seketika langit muntahkan air hujan, masih tetap sama, wujudnya air yang jernih dan segar. Tetapi dengan jumlah yang berlipat kali banyaknya, Allah hendak menyadarkan manusia dengan menenggelamkan sebagian dari yang ada.
Secara perlahan ini mematikan manusia dengan rusak dan hilangnya apa yang menjadi kebutuhan vital manusia, yaitu kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Ditenggelamkan rumah-rumah dan fasilitas lainnya, tenggelam lahan pertanian dan persawahan, semua menjadi lumpuh, hanya ada sakit dan derita. Masihkah kita pertanyakan Kebesaran Allah Swt. Dia yang punya kuasa akan kehidupan ini.
Sekarang bumiku tengah dilanda kerusuhan, hak kemanusiaan terabaikan bahkan tertindas. Mereka yang zalim membusung dada menjajah saudara kita atas nama kekuasaan dan keadilan. Kedilan yang mana? Mereka yang zalim naik tahta menjadi pemimpin, orang orang yang berjuang untuk keadilan dibantai dengan gelar pemberontak. Pertiwiku tengah dilanda duka, bencana demi bencana menyapa dan menghampiri. Tangis pecah dari bangsaku, di sana yang terluka karena letusan gunung, di sana yang tenggelam karena amukan bencana banjir, di sana yang bergelimpangan karena gempa bumi.
Bumi yang semakin tua, lapuk karena usia. Bumi yang semakin aus karena telah berputar dalam kurun yang tak terhitung lagi. Bumi yang sudah semakin lapuk, menanggung beban dosa dan nista ulah manusia. Masihkah kita bertanya, kenapa bencana ini terjadi? Mengapa kami yang ditimpa? Mengapa semua ini direnggut dan musnah?
Renungkan, pikirkan! Tiada masa yang abadi kecuali kehidupan setelah ini, akhirat!. Tiada akhir yang baik, kecuali kematian Khusnul Khatimah!.


Komentar

Postingan Populer