Cinta jalanan



Kala senja menghampiri mentari dan berkata ini adalah waktuku
Seketika menghilangkan semangat di wajah bocah pengais kasih
Tibanya senja menutup harinya untuk menambah sedikit keberuntungan
Lagi-lagi kita tak peduli, dan berbalik arah menutup mata
Malam tiba, istirahat bagi kita tapi saat menyambung nafas bagi mereka
Lelah, itulah yang mereka rasakan!
Namun, kerasnya hidup mengajarkan mereka cara bersabar
Indah hari ini tak menjamin indahnya esok hari
Yang terbesit hanyalah yang terbaik untuk hari ini
Meniti sepanjang jalan, diacuhkan bak orang pinggiran
Bahkan sekedar dilihat saja kisi mata menyempit dan berpaling
Sadarkah kita, keadaan mereka juga bukan salah mereka
Tak meminta terlahir sebagai bocah jalanan, mereka juga ingin bagian kesenangan
Mereka tak butuh rasa iba, hanya butuh pengkaryaan dari negeri ini
Mereka tak seberuntung kita, rintihannya memekik langit
Kala lapar merongrong , dan dahaga yeng mematikan
Sekuat apa mereka menjerit, tak satupun iba hati dari orang yang melihat
Hatinya menjerit lirih, mengungkapkan letih, sakit dan mempertanyakan kepedulian
Selempeng logam bagi mereka pemecah risau, bertahan barang sebentar baginya tak maslah
Perlahan-lahan bibirnya menyeringai bahagia, mendapat secerca cinta dari kita yang peduli
Dan inilah cinta, tiada memandang apa dan siapa, bagaimana dan mengapa
Cinta untuk mereka, cinta untuk bocah jalanana

Sederhana,  sesederhana langit mencintai bumi...

Komentar

Postingan Populer